1- Grease Reservoir/Grease tank
2- Grease Pump Assy
3- Injector
4- Timer / Controller
5- Manual Switch
6- Auto Lubrication Indikator
7- Piping & Hose
1. Grease Reservoir/Grease tank
Fungsi Grease Tank :
Sebagai penampung pelumas sebelum didistribusikan oleh pompa ke injector-injector yang akan
mendistribusikan pelumas ke point-point yang memerlukan pelumasan.
2. Grease Pump
Fungsi Grease Pump :
Sebagai pendistribusi utama pada sistim autolube yang dioprasikan oleh angin atau hydraulic
sebagi sumber tenaga dari centro matic.
3. Pressure Switch
Pressure switch berfungsi sebagai input sensing ke controller terhadap Besarnya pressure
grease pada outlet line.
4. Injector
Injector berfungsi untuk mensuply serta mengatur sejumlah grease (pelumas) yang menuju ke titik
Tertentu (lubricating point)
5. Timer / Controller
Timer / Controller berfungsi untuk mengatur waktu (timing) kapan system lubrication akan bekerja
Sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan.
6. Manual Switch
Switch dari sistem mode auto-lubrication ini mempunyai tiga posisi: Auto/Off/Manual. Bila switch
berada di posisi Auto, greasing secara otomatis dilakukan pada interval waktu yangtelah di
tentukan.
Bila switch dalam posisi OFF, greasing tidak dilakukan Oleh karena itu, greasing dapat dilakukan
dengan menggunakan grease gun.
Bila switch dalam posisi Manual, sistem auto-lubrication tidak aktif.
7. Auto Lubrication Indikator
Auto lubrication indicator adalah suatu component sebagai indikasi apakah system lubrication
bekerja pada mode manual, automatic, atau bahkan pada saat terjadi ketidak normalan.
Indicator ini akan terlihat pada panel monitor/display setelah mendapatkan output perintah dari
Controller.
8. Piping & Hose
Piping / hose pada system auto lubrication ini berfungsi sebagai line / saluran grese dari tangki
Atau component lain yang akan menuju ke bearing atau lubrication point.

