Ground Engaging Tools (GET)
Pengertian dari GETadalah tool yang berhubungan langsung dengan material. banyak dari unit-unit yang menggunakan GET sebagai alat kerjanya, antara lain dozer, loader, excavator dll.
GET pada unit contohnya meliputi: tip, adapter, edge segment, edge protector, side bar protector, bucketnya sendiri dll.
Dari suatu data, konsumsi GET pada ± 40,000 jam harga GET bisa melebihi harga machinenya sendiri jika dioperasikan pada daerah yang abrasive. Dari alasan inilah maka kita perlu memanage GET dengan tujuan:
1. Memaksimalkan produktifitas machine
2. Meminimalkan konsumsi GET
3. Mencapai Cost Per Hours terendah dan juga Cost Per Tons
MEMAKSIMALKAN PRODUKSI MACHINE
Secara prinsip, pemakaian GET semakin panjang maka akan semakin baik. Namun
perlu diingat bahwa ketahanan GET itu sendiri juga harus diperhitungkan. Dengan GET yang sesuai dengan kondisi kerja maka bucket loader akan dapat menerobos atau membelah material sehingga material yang dapat dimuat didalam bucket menjadi penuh atau full load. Dengan demikian produktifitas loader bisa maksimal.
4 element dari GET management tersebut adalah pemilihan, operasi, perawatan dan pencatatan. Indikasi dari pemilihan, cara pengoperasian dan perawatan bisa kita lihat pada GET bekas dari GET bekasnya kita akan bisa melihat pola keausan yang terjadi dalam pengoperasian machine dilapangan.
Bone yard (GET bekas ) pada GET management kurang lebih sama dengan SOS/PAP pada management perawatan mengunakan oli sebagai indikator kelainan pada suatu komponen.
Fungsi GET
• Melindungi bagian yang lebih mahal
• Meningkatkan Produktifitas
• Menambah penetrasi
GET dijadikan parts yang dikorbankan dalam pengoperasian unit, karena untuk melindungi bagian yang lebih mahal dan GET didesain dengan tujuan agar mudah diganti.

Akan tetapi bukan berarti kita mengorbankan tanpa hasil, jadi dalam hal ini kita harus memilih GET yang tepat dengan machine dan kondisi kerja.
Pemilihan GET
Pemilihan GET yng tepat dapat menaikan produksi dan memperpanjang usia pakai dari GET
itu sendiri.
Konsumsi GET akan boros atau uang banyak terbuang untuk membeli GET,
hydraulic system terbenbani yang berakibat kebocoran atau bahkan kerusakan
system hydraulic, engine akan dipaksa untuk bekerja lebih keras hal ini akan
berakibat pada borosnya konsumsi bahan bakar, undercarriage akan selip karena
dipaksa untuk mendorong material yang berdampak pada percepatan laju keausan
dan masih banyak effect yang lain.
Dengan demikian pemilihan yang tepat untuk GET ini sangat penting.
Langkah pertama kita harus mengenali kondisi medan kerja kita
IMPACT
- High impact mempunyai ciri sebagai berikut: bongkahan batuan sebesar 18”, pecahan batuannya tajam, material padat
- Moderate impact mempunyai ciri: bongkahan batuan berkisar antara 6” sampai 18”, pecahan batuannya tajam
- Low impact mempunyai ciri batuan yang sudah pecah besarnya sekitar 6”, mudah di loading
ABRASIVE
- High abrasive mempunyai kondisi material yang tajam, keras, sangat rapat, mengikis permukaan logam contohnya intan, garam, granit, pasir silica, pasir kwarsa
- Moderate abrasive mempunyai kondisi material yang sudah terpecah, keras dan sering menempel pada GET contohnya stock pile krikil, jalan tambang
- Low abrasive mempunyai kondisi material lembut dan lembek, tidak menempel pada GET seperti tanah liat, batubara, tepung, gypsum, mika dls.
Langkah kedua kita harus mengetahui bahan material dari GET
Material DH-2 akan mulai menurun kekerasannya pada suhu 200ºC dan DH-3 akan menurun tingkat kekerasannya pada suhu 400ºC, sehingga DH-3 lebih kuat ari DH-2 namun terdapat kelemahan dari DH-3 yakni DH-3 mudah patah jika dibengkokan atau jika tip memakai DH-3 jangan sekali-kali dioperasikan dalam keadaan miring/mendapat beban dari samping.
Langkah ke tiga kita harus mengetahui karakteristik dari logam
Dari gambar 7 diatas terdapat 3 aspek yang hanya boleh dipilih salah satunya saja: Kekuatan, keausan material dan penetrasi.
jika kita memilih kekuatan maka untuk keausan material dan penetrasinya akan berkurang,
jika kita memilih keausan material maka kekuatan dan penetrasinya akan
berkurang
jika kita memilih penetrasi maka kekuatan dan keausan materialnya akan
kurang, dan sebenarnya penetrasi inilah yang menjadi focus pelanggan, sebab
dengan penetrasi yang baik maka produksi dapat dijaga dan malah dimaksimalkan.
Nah untuk itulah kita harus memilih GET yang sesuai dengan kondisi material
yang akan kita hadapi.



