Cari di blog ini

Filter


Filter

Filter dipasang dalam system untuk menyaring kotoran, sehingga udara atau oli menjadi bersih dan system dapat berfungsi dengan baik. Dalam aplikasinya filter dapat dipasang pada sisi inlet (pump atau turbocharger), sisi outlet pump, atau setelah system untuk menyaring oli yang kembali (oil return). Ada juga yang digunakan untuk menyaring internal leakage dari motor.

Klasifikasinya Menurut standar ISO
- Platted Paper Element
- Wire Mesh Filter
- Metal Edge Filter
Menurut Standar SAE:
- Strainer
- Screen
- Filter; fine filter & Coarse filter

Pengertian Filtering Area
Luas bidang penyaringan sebuah filter saat elementnya dibentangkan.

Mesh : Jumlah lubang pori pori setiap perluasan 1 inchi persegi, semakin besar angka mesh berarti tingkat kerapatan pori pori semakin besar. Istilah Mesh biasanya digunakan pada Screen atau Strainer.

Mikron : Besarnya diameter pori pori element sebuah filter. 1 Mikron = 0.001 mm, dan biasanya digunakan pada Fine Filter.

Model Filter
Cartridge : Element dengan housing dibuat menjadi satu kesatuan (ass’y), sehingga lebih praktis dalam pemasangan dan memudahkan penggantian, tetapi hanya dapat digunakan untuk low pressure system, karena housingnya terbuat dari plat tipis.

Element : Element dibuat terpisah dengan housing, dan penggantian hanya dilakukan pada elementnya. Type element yang digunakan untuk system fluida (Transmission & hydraulic) lebih mampu digunakan pada pressure yang lebih tinggi, karena housingnya tebal.











Heavy Equipment Maintenance Management <<1>>


Maintenanace : ensuring that physical assets continue to fulfill their intended functionsand its associated desired standard performance.
Heavy Equipment Maintenanance (from Latin : manus -hands; tenere -to hold) Management >>>(1)

Heavy equipment Maintenance Management adalah bagian dari heavy equipment management. Secara harfiah bisa diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi menejemen perawatan alat berat.
Alasan kenapa kita harus mengelola alat berat yang dimiliki selalu berpusat pada satu alasan pokok yaitu bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya dari pengoperasian alat berat yang kita miliki.
Terdapat dua hal mendasar yang menentukan apakah keuntungan atau kerugian yang akan didapat oleh pemilik alat berat. Dua hal tersebut adalah
• Produksi
• Biaya kepemilikan dan biaya pengoperasian
Apabila jumlah nominal hasil produksi lebih besar dari biaya maka selisih yang didapat bisa dikatakan sebagai margin atau selisih yang disebut sebagai profit atau keuntungan.
Semakin besar selisih yang didapat maka artinya semakin besar keuntungan yang diperoleh. Apabila yang terjadi adalah sebaliknya dimana secara nominal biaya lebih besar dibandingkan dengan nominal produksi maka selisih yang ada bisa dikategorikan sebagai kerugian.
Dari paparan diatas maka tentu saja pengelolaan terhadap alat berat yang dimiliki dilakukan selalu diarahkan agar pemilik alat berat bisa memperoleh produksi yang semaksimal mungkin dengan biaya yang seoptimum mungkin.

Untuk bisa memperoleh keuntungan yang diharapkan tentu saja pemilik alat berat harus melakukan menejemen terhadap unit yang mereka miliki. Serangkaian aktivitas dan proses menejemen tersebut hendaknya selalu berpedoman pada tiga strategi pokok yang menjiwai seluruh proses menejemen yang dilakukan.
Ketiga hal tersebut adalah:
• Rancang dan operasikan alat agar selalu konsisten memenuhi target produksi dan
dengan biaya yang seoptimum mungkin. Ini adalah marupakan strategi dasar bagi semua kegiatan produksi. Dalam hal menejemen alat berat memenuhi target produksi mengandung pengertian bahwa pemilik alat harus selalu membuat rencana produksi yang realistis sesuai dengan kapasitas produksi alat tersebut, medan kerja serta kondisi lingkungan sekitar yang dihadapi. Menjaga kondisi alat berat agar selalu tetap prima juga merupakan usaha yang harus terus dilaksanakan secara konsisten. Sedangkan yang dimaksud dengan penggunaan biaya seoptimal mungkin adalah suatu usaha memperoleh manfaat yang semaksimal mungkin dari semua biaya yang timbul dari pengoperasian alat yang digunakan. Pemilik alat berat jangan
terjebak untuk menekan biaya operasi secara membabi buta, harus dipertimbangkan juga akibat yang akan timbul dari pengurangan biaya tersebut. Apabila kerugian yang timbul akibat penekanan biaya tersebut tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh maka hendaknya usaha pengurangan biaya tadi harus dikaji ulang kembali. Secara eksplisit maka usaha untuk megeluarkan biaya seoptimal mungkin adalah proses mengelola resiko (risk management).
• Ketahui kinerja alat sesungguhnya mengandung pengertian untuk selalu memonitor kondisi alat berat yang sedang dioperasikan. Dengan kondisi yang selalu termonitor maka pemilik bisa dengan segera mendeteksi adanya kerusakan sedini mungkin sebelum kerusakan tadi menjadi parah. Informasi tersebut sangat penting karena
dengan deteksi dini maka akan banyak sekali biaya yang bisa dihemat, selain itu pemilik dapat memiliki keleluasaan untuk menentukan langkah apa yang akan diambil.
• Optimalisasi kinerja alat dapat dilakukan apabila dua strategi sebelumnya diatas sudah dilakukan. Strategi selanjutnya untuk bisa meningkatkan keuntungan adalah dengan melakukan terobosan terobosan baru berdasarkan data dan pengalaman sebelumnya. Optimalisasi kinerja alat merupakan proses menemukan metoda agar kinerja alat dapat lebih ditingkatkan dengan tingkat resiko yang tetap dapat dikendalikan.

Untuk merumuskan tiga strategi dasar tadi menjadi proses menejemen yang bisa direalisasikan maka terdapat lima langkah menejemen yang harus dilakukan, kelima hal tersebut adalah:
• Menejemen Pemilihan Alat
• Menejemen Pembelian
• Menejemen Pengoperasian
• Menejemen Perawatan
• Menejemen Peremajaan